10/17/2021

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Di kurun pembangunan terbaru mirip dikala ini, kebutuhan akan adanya ruang atau lahan untuk bercocok tanam kian tinggi. Manusia terus berusaha mencari cara menanam tanaman dengan mempergunakan sisa lahan yang ada. Salah satu teknik penanaman yang mampu dilaksanakan yakni dengan cara teknik hidroponik. Penanaman dengan teknik hidroponik lazimdilaksanakan penduduk perkotaan yang tidak memiliki lahan yang luas untuk bertanam dan cukup waktu untuk memantau tanamannya.

Sebelum membicarakan lebih jauh ihwal cara bertanam dengan memakai teknik hidroponik, kita harus tahu apalagi dulu definisi dari budidaya hidroponik. Budidaya Hidroponik ialah suatu metode budidaya tanaman tanpa memakai media tanah, namun memanfaatkan air atau larutan mineral bernutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dan materi yang lain selaku pengganti media tanah yang mengandung unsur hara. Teknik budidaya hidroponik mempunyai beberapa keunggulan, seperti hanya memerlukan sedikit lahan, kualitas tumbuhan lebih baik, serta lebih ekonomis waktu dan biaya perawatan flora.


Masyarakat perkotaan lazimnya menanam sayur-sayuran dengan teknik hidroponik. Sayuran yang dapat dipilih untuk ditanam yaitu seperti bayam, selada, sawi, brokoli, kangkung, dan kailan. Di bawah ini akan kami jelaskan cara menanam sayuran dengan teknik hidroponik.

Ada dua teknik dasar cara penanaman dengan teknik hidroponik, adalah teknik menanam dengan air, dan teknik menanam dengan media pengganti. Jika kita memakai teknik menanam dengan air, artinya kita menggunakan air ditambah dengan nutrisi komplemen dalam menumbuhkan tanaman. Jika kita memakai teknik menanam dengan media pengganti, artinya kita menggantikan peran tanah sebagai media tanam dengan benda lain mirip sabut kelapa, pasir, serbuk kayu, pecahan watu, dan lain sebagainya.

Dalam teknik menanam dengan air, ada dua tipe penanaman. Tipe penanaman yang dimaksud yaitu tipe air statis dan tipe air alir. Dalam penanaman tipe air statis, air bernutrisi untuk tanaman disimpan secara mampu bangkit diatas kaki sendiri oleh media tanam. Sedangkan pada penanaman tipe air alir, air dibuat mengalir sehingga tidak terus menggenang pada media tanam. Berikut ini akan dijelaskan cara menciptakan kedua tipe penanaman tersebut.

1. Tipe air statis
Teknik hidroponik yang satu ini tergolong gampang untuk dijalankan. Bahan-materi yang dibutuhkan pun mudah didapat. Kita hanya perlu menyiapkan botol bekas, sumbu atau kain flanel, dan bibit flora. Langkah-langkah membuatnya :


  • Potong botol bekas menjadi dua bab.
  • Beri lubang pada tutup botol selaku daerah memasukkan sumbu atau kain flanel. Sumbu berfungsi untuk mengalirkan air di bab bawah ke media tanam di atas dengan prinsip kapilaritas.
  • Pasang sumbu pada tutup botol, lalu gabungkan potongan botol tadi sehingga berupa seperti pot.
  • Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol. Ketika dikerjakan penyiraman, sisa air dan nutrisi akan tersimpan pada bagian bawah botol. Hal ini juga menciptakan penyiraman tidak perlu terlalu sering dilakukan sebab masih ada cadangan air yang bisa diserap dan mengingat penduduk perkotaan yaitu penduduk yang sibuk sehingga jarang mempunyai waktu untuk sekedar menyiram tumbuhan.

2. Tipe air alir




Dalam tipe air alir, bahu-membahu nyaris sama cara penanamannya dengan tipe air statis, tetapi kali ini flora ditanam berjajar dalam daerah yang tersambung dengan pompa yang akan memompakan air sehingga air mengairi akar tanaman terus menerus. Diperlukan penyusunan kawasan yang agak miring semoga air dapat mengalir, serta diperlukan tangki penampungan air selaku kawasan persediaan air. Kelebihan teknik ini yaitu sirkulasi nutrisi dan udara pada akar tanamannya lebih baik baik daripada teknik tipe air statis.

Demikianlah cara menanam sayuran dengan metode hidroponik. Sebagai penduduk terbaru, telah saatnya kita mulai memakai desain-desain yang berkembang, salah satunya dalam bercocok tanam. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk mengawali menanam dengan teknik hidroponik di rumah Anda. Selamat berkebun.